Thursday, May 25, 2017

Enam cara untuk mempertajam Intuisi/ Indra keenam kita

Catatan dari seorang Guru ditahun 2015

Enam cara untuk mempertajam Intuisi/Indra keenam kita  (dari berbagai catatan), yaitu :

1.  Pergunakan empati alami kita sesering mungkin. Bayangkan diri kita berada di posisi orang lain, atau dengarkan pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya pada saat itu.

Rasakan penderitaan batin mereka, kegembiraan batin mereka.
Semakin dalam perasaan kita terlibat, itu akan semakin memperkuat intuisi kita.

Dengan kata lain semua pengalaman buruk orang lain bisa memperkuat intuisi kita, tanpa kita harus mengalaminya sendiri.

2.  Biarkan diri kita merasa takut dan mengalirlah  melewatinya.
Kita semua tidak menyukai rasa takut, bukan?
Tetapi rasa takut adalah insting dasar yang diberikan Tuhan agar kita bisa survive di dunia ini.

Kita harus menyesuaikan diri dengannya dan menemukan suatu cara untuk menjadikannya teman kita, bukan sebagai musuh, kecuali jika kita adalah orang hebat dan sudah melampaui rasa takut itu.

Membiarkan diri kita untuk merasakan ketakutan akan memperkuat intuisi karena hal itu memberikan pengajaran kepada kita untuk mendengarkan suara dari lubuk hati dan menerima rasa takut apa adanya, alih-alih kita bertempur melawannya.

3.  Berhubunganlah dengan orang lain secara emosional. Ketika kita terlibat dengan orang lain, seperti bertatap muka, berbicara di telepon, atau online, cobalah untuk membaca emosi mereka.

Beri nama emosi-emosi mereka, apakah kedengarannya seperti bunyi marah, berbahagia, penuh harapan, gembira, tertekan, atau sedih?

Semakin banyak kita berhubungan dengan emosi orang lain, semakin dalam pemahaman kita akan situasi-situasi sosial dan fungsi intuisi kita akan semakin baik.

Mengidentifikasi serta memberi nama emosi di dalam diri kita dan orang lain adalah sebuah latihan yang membutuhkan banyak energi.

4.  Hentikan penilaian-penilaian pribadi (judgments).
Ketika kita menghakimi seseorang atau sesuatu, termasuk diri kita sendiri, itu bukan intuisi melainkan energi negatif yang menghalangi intuisi.

Ketika kita nendengarkan suaru kritik di dalam benak kita yang berkata “dia bodoh”. “dia jahat”, “aku akan kalah”, maka hentikan pikiran dan perkataan seperti itu, serta berusahalah untuk mengubahnya menjadi yang positif, lalu berpikirlah: kenapa aku berpikir seperti itu?

Begitu kita mulai menanyakan pertanyaan positif, maka pikiran alam bawah sadar kita akan mulai mananganinya dengan memberikan solusi-solusi dalam wujud intuisi.

5.  Temukan keheningan.
 Cara terbaiknya adalah dengan sholat/ibadah yang khusu’. Jadwalkan/* sedikitnya 30 menit dalam sehari untuk menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran kita, merenung, dan tafakur.

Belajar untuk mendengarkan diri kita di dalam keheningan akan memberikan kita kesempatan untuk mendengarkan suara bagian dalam diri ketika kita sedang bersama orang lain dan pekerjaan kita, juga akan membimbing kita untuk menangkap ide-ide intuitif yang benar dan tangguh di saat kita memerlukannya.

6.  Ajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya.
Ini adalah yang disebut pembangunan tubuh dari intuisi, tanya jawab adalah cara terbaik untuk menciptakan intuisi-intuisi yang lebih kuat.

Intuisi-intuisi kreatif yang paling kuat akan datang kepada kita setelah sesi-sesi tanya jawab yang lama.

 Itu sangat dangkal manfaatnya buat keberhasilan tubuh intuisi kita dan perlu dibuang ke tong sampah karena tidak bermutu.
Hanya berbau emosi dan egois semata.

Karena sesi-sesi tanya jawab itu adalah salah satu usaha untuk membangun tubuh intuisi kita yang kuat, kecuali sesi-sesi tersebut sudah mengarah kepada SARA dan pelecehan maka memang harus segera diberhentikan. .

 Kebanyakan kekuatan datang bukan dari jawaban-jawaban melainkan  dari pertanyaan-pertanyaan.

Itu akan membawa kita ke pada alur-alur yang belum dipertimbangkan, mendatangkan pertanyaan baru, dan mendatangkan lebih banyak lagi jawaban.

Tidak ada cara yang lebih baik untuk melatih intuisi kita dibandingkan dengan sesi-sesi tanya jawab yang berkembang.

Sebagian orang mengatakan intuisi itu tidak ilmiah dan tidak beralasan, pendapat itu benar dan juga salah.

Gagasan yang intuitif kreatif memang tidak ilmiah hingga kita dapat membuktikannya, karena bagaimanapun semua ilmu pengetahuan dimulai dari sebuah hipotesis, dan sebuah hipotesis berasal dari mana/ hal-hal yang baik, kreatif, dan orisinal itu datang karena intuisi kita, sebuah kilatan jiwa, cahaya dari Tuhan. ……Surabaya, 23 Mei 2000

Nur Islama Diena

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment