Thursday, May 25, 2017

Mekanika Kuantum dalam Tubuh Manusia

Catatan tahun 2015

Guru saya pernah memberikan tulisan beliau ini pada saya, tapi pada waktu itu saya tidak mengerti apa maksudnya Mekanika Kuantum Dalam Tubuh Manusia, apa itu peptida syaraf, tubuh kosmis, dan hampir kesemuanya itu belum bisa saya pahami, tapi setelah mengikuti tapa brata 1 - Bali Usada selama 7 hari 6 malam, dan merasakannya sendiri, perlahan saya mulai memahami, meskipun belum paham seutuhnya. Di awal tahun 2017, bulan Februari saya mengikuti Tapa Brata 2 di Forest Island - Bali. Disinilah pengalaman proses berpikir dan memahami mekanika kuantum itu akhirnya bukan lagi misteri, sebab di kelas meditasi kesehatan ini dijelaskan tentang 4 unsur dan 12 karakteristik kebenaran mutlak dari suatu materi apapun di alam semesta, termasuk ditubuh kita, dan kita diajak untuk "bisa merasa-kan" kebenaran mutlak itu...

berikut ini adalah tulisan dari beliau...
Guru saya yang menulis tulisan ini, bukan guru yang mengajar Tapa Brata Bali Usada ya... :)

MEKANIKA KUANTUM   DALAM TUBUH MANUSIA

Sembilan puluh tahun setelah ditemukan, arti fisika kuantum masih tetap merupakan misteri total bagi banyak orang
Akan tetapi, ketika anda memahami pentingnya penemuan peptida  syaraf , maka upaya memahami quantum sebenarnya tinggal selangkah lagi .

Peptida syaraf adalah protein khusus penyusun syaraf.
Peptida syaraf salah satu fungsinya menyimpan informasi (memori).
Penemuan peptida syaraf memiliki arti yang sangat penting karena membuktikan bahwa tubuh manusia cukup luwes untuk bisa mengimbangi pikiran.

Berkat molekul-molekul pembawa pesan , kejadian-kejadian yang tampak sama sekali tidak terkait – seperti hubungan antara pikiran dan reaksi  tubuh – sekarang dilihat sebagai suatu fakta.

Sel peptida syaraf bukan pikiran, akan tetapi sel ini bergerak bersama pikiran dan bertindak sebagai titik transformasi.
Sebelum kita bisa benar-benar memahami bagaimana pikiran berputar pada titik-titik putar sebuah molekul, kita harus mencoba memahami quantum.

Sebuah sel peptida syaraf tiba-tiba saja hidup karena sentuhan pikiran, tapi dari mana munculnya sel itu?
Rasa takut dan kimiawi syaraf yang dipicunya pasti saling terkait dalam suatu proses yang tersembunyi, suatu transformasi dari sesuatu yang abstrak menjadi  nyata.

Ini potongan yang harus diperhatikan:

Hal yang serupa terjadi di mana-mana di jagad raya, bedanya kita tidak menyebutnya  sebagai pikiran.
Bila kita mengamati pada tingkatan atomis, pemandangan yang kita lihat bukanlah benda padat yang saling mengitari satu sama lain seperti  layaknya pasangan dansa, dengan ayunan langkah yang bisa diduga.

Partikel-partikel  sub-atom dipisahkan oleh celah yang sangat besar, sehingga 99,999 persen atom merupakan ruang kosong.
Ini berlaku untuk atom-atom hidrogen di udara, dan atom-atom karbon pada kayu untuk membuat meja dan juga atom-atom “padat” yang ada ditubuh kita.

Karena itu, semua benda padat, termasuk tubuh kita, sama kosongnya dengan ruang angkasa di antara galaksi
Bagaimana mungkin suatu kekosongan yang sangat besar, yang diisi titk titik zat yang satu sama lain sangat jauh terpisah, bisa membentuk tubuh manusia ?

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan persepsi quantum.
Dengan memahami kuantum, kita akan masuk ke dalam realitas yang lebih luas, yang membentang dari kuark atau partikel-partikel atom sampai ke galaksi.

Sementara itu, perilaku realitas quantum nyatanya sangat akrab dengan kita
Layaknya tubuh kita yang hanya dipisahkan oleh bayangan yang sangat tipis terhadap tubuh kosmisnya.

-------


Nur Islama Diena

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment